Yth Bapak/Ibu teman seperjuangan di jalan Allah
Assalamu 'alaikum....
Baru saya bisa menuliskan pencarian saya ini, setelah akhirnya berhasil menemukan anak yatim tsb...
Saya akan ceritakan kronologi keresahan saya...
Di bulan Agustus 2011, sebuah tayangan TV (ANTV) tak secara khusus menayangkan cerita pendek anak yatim bernama Erina/Erlina (saat itu disebut nama anak tsb seperti itu). Anak ini merupakan anak ke-5 dari 9 bersaudara, ayahnya baru saja meninggal, ibunya terpaksa merantau ke Kalimantan dengan beberapa kakaknya demi mencari nafkah. Satu anaknya telah menikah, tinggal di sekitar Polewali, namun karena kemiskinan pula, maka kakak ini pun tak mampu membantu Erlina dan 4 adiknya.
Jadilah Erlina yang di tahun 2011 duduk di kelas 1 MTs terpaksa bekerja pada seorang tukang bakso di pasar, mendapatkan bayaran Rp 15.000/hari demi tetap sekolah dan menghidupi ke 4 adiknya yang kecil-kecil. Erlina tinggal di rumah sangat sederhana, dengan ke-4 adiknya, dengan mengandalkan listrik meminta dari tetangganya. Ke-4 adik kecilnya juga selepas sekolah SD mencari kerikil di kali, untuk dijual demi menyambung hidup...
Saat itu, sungguh saya tak bisa tidur, membayangkan anak seumuran anak sulung saya (Bogi) sudah harus bertaruh hidup demi adik-adiknya sambil tetap sekolah. Maka dengan bantuan teman saya dosen di Unhas (Prof. Gemini Alam), saya ngotot minta dicarikan anak tsb minimal contact person (cp) dekat lokasi anak tsb. Seminggu teman memberi kabar, ada satu cp yg siap membantu, namanya dr. Hj.Nurlina, dokter di Puskesmas Polewali. Saya kontak beliau, singkat kata selama agustus 2011-akhir tahun 2012, alhamdulillah saya dan keluarga bisa membantu Erlina dan adik2nya, transfer uang melalui dr.Hj. nurlina. Di akhir tahun 2012, saya kontak beliau, beliau kabarkan bahwa sebentar lagi beliau akan pindah tugas bukan di Puskesmas lagi. Saya masih berharap bisa kontak siapa pun teman dr. Nurlina demi tetap membantu anak2 tsb...
Sayang, masuk 2013, saya kehilangan kontak dg dr. Nurlina, hpnya tak pernah bisa dihubungi, sms tak pernah direply. Suntuk saya...apalagi di ANTV, lagi2 ada kabar ttg Tasripin, anak Banyumas yg juga piatu, ditinggal ayahnya merantau, dia tinggal dg 2 adiknya. Beruntung Tasripin, sebelum saya dan teman dari UII mencarikan bantuan, rupanya Presiden SBY merasa gerah dengan berita ttg Tasripin yg diblow up oleh semua media (Koran dan TV). Jadilah Tasripin bisa lega, rumahnya dipugar oleh TNI atas instruksi Presiden, hidupnya dibiayai dinas sosial dan bupati Banyumas. Ayahnya pun telah pulang ke Banyumas dan tampaknya diberi pekerjaan.
Betapa rasanya tak adil dunia ini...karena Tasripin bisa lega, sementara anak Polewali ini masih tak tentu masa depannya. Dulu pernah saya tanyakan dr. Nurlina apa Dinas sosial Kab pernah membantu Erlina? Katanya pernah satu kali, itupun hanya memberikan indomie dan beberapa pakaian, sekali itu saja, itupun mungkin demi menutup malu gara2 pemberitaan ANTV tsb. setelah itu tak pernah ada bantuan dari mana2....sedih saya.
Rasa bersalah saya karena kehilangan jejak Erlina dan adiknya seperti tak termaafkan, walau teman saya di UII yang sering bersama saya mencoba membantu menyekolahkan anak yatim secara pribadi (selain saya masih menjalankan program Melbourne4orphanS) sempat menghibur saya...bukan salah saya jika kemudian saya kehilangan jejaknya...
Tapi hati kecil saya tak terima begitu saja, pedoman saya, selagi saya mampu mencari, mengapa saya harus berhenti. sering saya bilang ke suami saya: ingin rasanya saya ke Polewali mencari sendiri, namun pikiran saya masih waras, rasanya tak akan mudah...maka saya berusaha memposting keresahan saya di FB, dengan harapan ada yang bisa membantu. Benar saja Da Ed menawarkan bea siswa...mantan mhs saya menawari mencarikan lulusan/alumni farmasi di Polewali. Saya dapatkan nama pekerja sosial bernama Suherman. Saya kontak pak Herman, beliau siap membantu menelusur kembali anak tsb. saya sudah sampaikan karakteristik anak tsb...namun nihil pencarian tsb selama 2 bulan.
Saya mendapat hikmah dari Allah, ditunjukkan jalan...saya terpaksa merepoti Prof. Gemini Alam lagi, dengan memohon saya minta dicarikan kontak dr. Nurlina. Seminggu baru saya dapat kabar, ternyata beliau pindah kerja di Dinkes Kab Polewali di kota (berdasar info salah satu pegawainya). Saya dapatkan no beliau. saya kontak, langsung tersambung kembali, saya hanya pengin nama dan lokasi anak tersebut agar bisa dicari oleh Pak Herman. Ternyata anak tersebut ada di Kecamatan terjauh dari Polewali di Kec Binuang, desa Batetangga, Kab Polman. Lega saya...namun pencarian ternyata belum berakhir.
Saya sampaikan lokasi tsb kepada Pak Herman, ternyata Pak Herman sedang sakit butuh istirahat lumayan...maka saya hanya berharap agar segera Pak Herman sembuh, akan ada pencarian lagi, sambil saya sampaikan akan saya tanggung biaya pencarian tsb. Alhamdulillah, Pak Herman telah mendedikasikan hidupnya di jalan-Nya pula sehingga tadi pagi saya mendapat kabar gembira, anak tsb telah ditemukan tepat di lokasi yang ditunjukkan dr. Nurlina.
Anak tersebut ternyata bernama HERNIA bukan Erina/Erlina seperti yang orang panggil selama ini. anak ke-5 dari 9 bersaudara. Hernia saat ini baru menyelesaikan MTs, adiknya kelas 5, 4, 1 dan TK. Saya berkomitmen agar anak2 ini bisa keluar dari kemiskinan dengan sekolah. Dengan kerendahan hati saya mohon bantuan dari Melbourne4orphans selain dana pribadi saya demi menyelamatkan anak2 ini jika sekiranya Da Ed, Bu Dewi dan P Urai berkenan.
Selain itu, saya juga ingin melaporkan data anak yatim kita di Yk dan sekitarnya: anak yatim di Bantul 1 orang telah lulus SMK(Narti), 1 orang di Sleman juga lulus SMK. Jika Bapak/Ibu tidak berkeberatan, adik dari Narti (anak yatim piatu korban gempa di bantul) juga butuh bantuan.1 orang baru lulus SMP akan masuk SMK Kesehatan, adiknya kelas 3 SD. jadi data anak yatim bisa dikurangi 2 SMK namun ada tambahan 1 anak SD dan 1 anak SMP (jika sekiranya disetujui Bapak/Ibu).
Demikian sekedar cerita perjalanan saya yang kesannya mendalam, mempengaruhi kehidupan saya dan keluarga...yg membuat saya menurunkan nafsu duniawi...alhamdulillah saya dipertemukan Alloh dengan Bapak/Ibu sekalian yang mewarnai dan memaknai hidup saya selamanya...
Wassalam,
Ika Puspitasari
Spare $15/month to provide education to an orphan or less fortunate child in Indonesia. Muhammadiyah Australia Orphans is a program initiated by PCIM Australia
About the Program
This program aims to support orphans and needy children from poor families and disaster devastated areas to complete their education. For every child we allocate $15.00 (AUD) per month to help them buying books, uniforms and other school related necessities. For every $15.00 donated, all will be given to the children. The program is run by volunteers and it does not incur administration and transfer expenses. There are many kids on the waiting list. Please join in this effort to support less fortunate children.
No comments:
Post a Comment